, KARIMUN –
Makanan tradisional bernama lemang, yang sering disebut sebagai kuliner khas, adalah sesuatu yang sudah familiar bagi penduduk Indonesia.
Lemang pun turut dikenal sebagai hidangan istimewa bagi komunitas Melayu di Kepulauan Riau (Kepri).
Lemang bukan sekadar hidangan makanan, melainkan memiliki keistimewaan serta nilai budaya yang merupakan bagian dari warisan adat turun-temurun.
Beberapa orang dalam masyarakat percaya bahwa lemang melambangkan kekayaan dan perasaan bersyukur.
Bahkan saat Ramadan ataupun lebaran Idul Fitri, menu ini biasanya selalu tersedia guna menjadi santapan para tamu.
Ada beberapa cara untuk menyantap menu ini, bagi yang suka manis lemang dapat di makan bersama tapai ketan.
Namun, bagi yang suka asin menu ini dapat disantap bersama rendang.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat lemang dengan bahan-bahan dasar seperti beras ketan, santan, garam, daun pisang, dan batang bambu.
Untuk melakukannya, Anda harus mencuci beras ketan sampai benar-benar bersih lalu mengeringkannya.
Kemudian tambahkan santan dan garam lalu biarkan semua bahan terendam selama sekitar empat jam.
Setelah diendam, batang bambu yang dipakai sebagai mold perlu dibaluti dengan daun pisang.
Setelah itu, beras ketan yang telah dicampurkan dengan santan dan garam dimasukkan ke dalam kurang lebih ¾ dari batang bambu kemudian dibakar sampai matang.
Rutinitas menggoreng ini pun membutuhkan durasi yang lumayan panjang sekitar empat sampai enam jam.
Oleh karena itu, perkiraan pembuatan lemang walaupun hanya menggunakan bahan-bahan sederhana ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.
Pada saat memasak lemang, perlu ditempatkan dalam posisi agak condong sambil menjaga agar api tetap kuat. Kunci untuk mencapai hasil masakan yang seragam adalah dengan terus-menerus memutar bahan secara periodis selama proses memasaknya.
Saat memasaknya, wangi sedap santan serta daun pisang yang bakar di dalam bambu akan mengecoh lidah Anda.
Setelah masak, lemang diambil dari dalam bambu dengan metode memotong bambu secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan pada lemang.
(/ Yeni Hartati)









Tinggalkan komentar