8 Kasus Keracunan MBG, Ada Ulat hingga Bakteri dalam Menu Makanan Siswa

admin

30 April 2025

4
Min Read

On This Post


PIKIRAN RAKYAT

– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah Presiden Prabowo Subianto terus menuai kontroversi sejak diluncurkan. Sepanjang Oktober 2024 hingga April 2025, sejumlah kasus dugaan keracunan makanan dari program ini mencuat di berbagai daerah.

Insiden-insiden ini tidak hanya memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat, tetapi juga mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Berikut rangkuman kasus-kasus keracunan yang tercatat:

Daftar Kasus Dugaan Keracunan Program MBG

1. Nganjuk, Jawa Timur (2 Oktober 2024)

Tujuh anak didik di Sekolah Dasar Negeri Banaran 1, Kecamatan Bagor, harus dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat karena merasakan gejala seperti mual, muntah, dan kepala pusing pasca memakan hidangan MBG. Hidangan tersebut meliputi nasi putih, ayam goreng, serta sup sayuran.

Sekolah tersebut mengetahui adanya makanan yang terlihat mencurigakan sejak awal tapi masih berhasil disajikan. Usai peristiwa itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menjalankan penyelidikan dan mengumpulkan contoh makanan untuk diperiksa di lab.

2. Sukoharjo, Jawa Tengah (16 Januari 2025)

Sebanyak 40 anak sekolah dasar dari SDN Dukuh 03, yang berada di wilayah kecamatan Baki, mengeluhkan rasa mual serta mulas setelah menyantap hidangan nugget ayam yang berasal dari menu MBG. Beberapa siswa tersebut segera diberikan perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengindikasikan bahwa kemungkinan utamanya adalah kelalaian pada saat pengepapan makanan, sebab temperatur pengawetannya tak memenuhi kriteria kebersihan dan keselamatan bahan makanan. Selain itu, Dinas Kesehatan melaporkan telah terjadi pencampuran mikroorganisme berbahaya setelah analisis contoh santapan tersebut dilakukan.

3. Nunukan, Kalimantan Utara (13 Januari 2025)

Lebih dari 30 pelajar SMA Negeri 2 Kelurahan Nunukan Selatan terkena keracunan makanan dengan tanda-tanda seperti merasa pusing, buang air besar berlebihan, serta nyeri pada bagian perut. Makanan yang diberikan meliputi hidangan ayam kecap dan nasi putih.

Parahnya, esok harinya setelah insiden itu, pihak sekolah menyadari bahwa lauk ayam kecap yang tersimpan di dalam gudang makanan telah dipenuhi larva. Lembaga Dinas Kesehatan Nunukan dengan cepat mengunjungi tempat tersebut dan mendapati adanya keluhan terkait ketentuan higiene proses pembuatan serta penyebaran hidangan ini.

4. Pandeglang, Banten (19 Februari 2025)

Dari total 28 murid yang berasal dari SDN Alaswangi 2, Kecamatan Menes, melaporkan adanya keluhan seperti rasa mual, diare, serta muntah usai menikmati hidangan siang dalam rangkaian program MBG. Salah satu pelajar tersebut pernah dirawat secara inap di fasilitas Puskesmas untuk pemulihan lebih lanjut.

Pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa makanan disimpan selama lebih dari empat jam di suhu ruangan sebelum didistribusikan, yang menyebabkan perkembangan bakteri. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Pandeglang telah menyarankan untuk melakukan penilaian terhadap perusahaan jasa catering setempat.

5. Waingapu, Sumba Timur (18 Februari 2025)

Dilaporkan sebanyak 29 murid dari SDK Andaluri mengeluh merasa pusing, muntah, dan nyeri di bagian perut. Makanan yang disajikan meliputi nasi, ikan goreng, serta sayuran kangkung.

Pihak dapur MBG menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan reaksi alergi, bukan keracunan. Namun, hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan tetap menemukan indikasi kerusakan makanan akibat pengolahan yang kurang higienis.

6. Takalar, Sulawesi Selatan (26 Februari 2025)

Dua belas murid dari tiga Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar mengeluhkan adanya masalah kesehatan seperti perut sakit dan kepala pusing usai menikmati hidangan MBG yang berisi nasi, ikan, tahu, serta pisang.

Dinas Kesehatan setempat telah menerjunkan tim surveilans dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

7. Batang, Jawa Tengah (14 April 2025)

Kira-kira 60 murid dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah menengah pertama di Batang melaporkan rasa mual serta mulut perih setelah menyantap mie goreng bersama telur dadar putih yang ada dalam daftar menu MBG. Sebagian besar murid tersebut memerlukan pemantauan lebih lanjut di klinik kesehatan terdekat.

Dinas Pendidikan Kabupaten Batang mencurigai bahwa kejadian tersebut dipicu oleh mutu bahan makanan yang belum berkualitas baik. Penyelidikan pun menunjukkan adanya kelalaian dalam pemantauan pihak sekolah atas vendor jajanan.

8. Cianjur, Jawa Barat (22 April 2025)

Beberapa puluh murid dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur menunjukkan tanda-tanda keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan MBG yang terdiri atas ayam goreng dengan sambal. Kejadian tersebut menjadi sorotan di media sosial dan mendapat kritikan keras dari banyak pihak.

Bupati Cianjur segera meresmikan tim investigasi spesial dan mengumumkan adanya_audit keuangan untuk seluruh perusahaan catering yang berpartisipasi dalam program MBG di daerahnya.

Tinggalkan komentar

Related Post